2014
Ternak Ayam ~ Tahun 1981, tercatat terdapat 132.000.000 ekor ayam kampung di Indonesia. Populasi ini ternyata menghasilkan 90% daging ayam yang dimakan dan 40% telur yang diperjual belikan di negeri kita. Selain itu, diakui atau tidak, selera konsumen terhadap ayam kampung masih tetap unggul. Harga daging maupun telurnya hampir dua kali lebih mahal dari ayam ras.


Karena tidak berketentuan bentuk tubuh dan warna bulunya, ayam kampung sulit sekali dipilah-pilah dalam kelompok atau varietas tertentu. Penamaan nama ayam kampung oleh orang banyak sering dikaitkan dengan nama daerah asal ayam bersangkutan, ciri fisik, dan warna bulu. Berdasarkan ketentuan ini, untuk jenis-jenis ayam kampung dikenal dengan sebutan sebagai berikut :

Ayam Abang Sapi

Abang Sapi, dipergunakan untuk ayam kampung yang warna bulunya merah, yang merahnya seperti bulu sapi bali.

Ayam Baku

Baku, sejenis ayam bertubuh kecil, tubuhnya lebih kecil dibanding ayam kampung biasa. Akan tetapi pola warna bulunya mirip sekali dengan ayam hutan merah Gallus gallus. Ayam jantan bulu lehernya panjang, warnanya kuning keemasan dengan garis coklat kehijauan. Lalu bulu bagian atas badan (punggung, penutup sayap, dan sayap tertier) warna biru hijau mengkilap bercampur dengan warna merah kehitaman. Bulu sayap sekunder warnanya merah sawo matang, bulu penutup ekor hijau logam, bulu bagian bawah tubuh (perut dan paha) hitam kusam. Sedang pada ayam betina warna bulu lehernya coklat kehitaman sampai kelabu biru, dan bulu tubuh coklat tua sampai dengan pinggir hitam.

Ayam Bantam

Bantam, sejenis ayam lokal dari daerah Karawang. Ayam jantan biasanya dipiara sebagai ayam aduan.

Ayam Bangkok

Bangkok, sejenis ayam dari Muangthai. Dikenal juga dengan sebutan ayam siyem. Kebanyakan yang telah berkembang di Indonesia adalah peranakan. Ayam bangkok jantan asli dikawinkan dengan bermacam-macam induk ayam kampung, sehingga warna bulunya pun menjadi sangat bervariasi. Ciri yang mencolok pada ayam keturunan bangkok adalah sisik kakinya yang tersusun rapi dan rata. Bobot ayam jantan dewasa bisa mencapai lebih dari 3 kg. Ayam ini dipelihara untuk mendapatkan turunan ayam aduan yang baik dan pedaging.

Ayam Banten

Sejenis ayam lokal dari daerah Banten. Ayam jantan yang bagus biasanya dipiara sebagai ayam aduan.

Ayam Bangkalan

Sejenis ayam lokal dari daerah Bangkalan-Madura.

Ayam Bali

Sejenis ayam lokal dari Bali, dipelihara terutama untuk ayam sabungan bagi ayam jantannya. Di daerah Jawa Tengah sebutan ayam Bali dipergunakan untuk ayam yang leher dan kepalanya gundul tak berbulu. Bulu badan lainnya tumbuh sempurna dan bagus. Mirip dengan ayam ini adalah ayam transilvania, berasal dari Amerika.

Ayam Blirik

Dipakai untuk menyebut ayam yang warna bulunya mempunyai susunan warna seperti gambaran lurik/blorok berukuran kecil.

Ayam Blorok

Dipergunakan untuk menyebut ayam kampung yang warna bulunya blirik-blirik hitam campur putih. Diduga merupakan hasil persilangan antara ayam berbulu hitam dengan ayam berbulu putih.

Ayam Buras

Dipergunakan untuk menyebut ayam kampung yang dipelihara secara semi intensif. Yakni dikandangkan dan diumbar di pekarangan berpagar, diberi makanan bermutu baik dengan jumlah cukup dan teratur, serta dilakukan pengobatan seperlunya. Juga dipergunakan untuk ayam kampung yang ditingkatkan mutunya, secara persilangan dengan ayam unggul dari luar negeri. Misalnya ayam jantan ras Harco dengan berbagai jenis ayam kampung betina, dengan tujuan mendapatkan hasil telur yang jumlah produksi dan mutunya lebih tinggi.

Ayam Cambang

Dipergunakan untuk menyebut ayam kampung yang bawah paruh sampai telinganya ditumbuhi bulu lebat. Pial kadang-kadang tak terlihat. Kepala berbentuk bulat, besar. Paruh runcing, pendek, mata sempit. Ayam dewasa berbobot antara 1-2 kg.

Ayam Cemani

Dipergunakan untuk menyebut ayam kampung yang warna bagian tubuhnya serba hitam, sampai darah dan tulangnya juga hitam. Yang terkenal saat ini adalah ayam kedu cemani.

Ayam Cemara

Dipakai untuk menyebut ayam yang bentuk bulunya seperti daun cemara, karena bulu-bulunya tak memiliki bendera bulu. Pada ayam jantan bentuk jengger dan pialnya nampak lebih besar dibanding kepalanya. Ayam cemara disebut juga ayam rejekwesi.

Ayam Ciparage

Sejenis ayam berasal dari Ciparage-Karawang. Tersohor sebagai ayam aduan yang tangguh. Aslinya ada 2 macam warna, yakni jalak (hitam seperti burung jalak) dan jali emas (blirik bercampur coklat kekuningan dan coklat keemasan). Bentuk fisik seperti ayam bangkok.

Ayam Gaok

Dipakai untuk menyebut ayam (jantan) penyanyi yang bersuara merdu mirip ayam pelung, akan tetapi warna bulunya beraneka ragam seperti ayam kampung biasa. Bobot ayam jantan dewasa rata-rata 2.500-3.000 gram, dan betina 2.000-2.500 gram.

Ayam Hitam Mulus

Dipergunakan untuk menyebut ayam kampung yang warna bulunya hitam, betul-betul hitam.

Ayam Hitam Kumbang

Dipergunakan untuk menyebut ayam kampung yang warna bulunya hitam, tapi masih mengandung warna lain gelap kehijau-hijauan.

Ayam Hitam Jalak

Dipergunakan untuk menyebut ayam kampung yang warna bulunya kehitam-hitaman seperti burung jalak.

Ayam Jepun

Dipergunakan untuk ayam yang bentuk bulunya halus seperti kapas. Untuk ayam serupa ini yang bulunya putih bersih, sering disebut ayam kapas. Sedang warna lain adalah hitam dan kelabu.

Ayam Jimpe

Dipergunakan untuk menyebut ayam kampung yang jarinya 5 buah, yakni jari keempat jumlahnya 2 buah. Di daerah Karawang, ayam serupa ini disebut ayam dimpil.

Referensi : Search Google

 Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam
Ternak Ayam ~ Pemberian pakan dan minum untuk ayam harus dilihat tipe pertumbuhan badannya sesuai tujuan pemeliharaan. Ayam pelung dengan tubuh yang besar dan kokoh dengan pertumbuhan yang cepat dapat dikategorikan sebagai pedaging. Tetapi, karena kebanyakan peternak lebih memusatkan untuk menghasilkan anak, maka pemeliharaannya dipusatkan untuk memperbanyak telur tetas. Dengan demikian tipe pemeliharaan yang tepat adalah pemeliharaan tipe dwiguna (petelur dan pedaging).

Bahan Pakan

Bahan pakan adalah suatu kekeliruan jika menganggap sama antara istilah pakan dan ransum. Pakan dapat diartikan sebagai seluruh bahan makanan yang dapat diberikan pada ternak. Sedang ransum adalah kumpulan bahan makanan yang disediakan untuk ternak selama 24 jam. Dengan kata lain, ransum merupakan bagian dari pakan. Peternak yang tidak ingin repot melakukan penyusunan ransum dapat membeli ransum jadi dari pabrik. Namun, harganya kadang menjadi kendala sehingga peternak lebih memilih menyusun ransum sendiri.

Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam

Dalam menyusun ransum bahan pakan dipilih berdasarkan syarat sebagai berikut :
  • Disukai ayam pelung.
  • Hendaknya dapat saling menutupi kekurangan masing-masing bahan pakan.
  • Mudah didapat dengan harga terjangkau.
  • Mengandung cukup zat-zat yang diperlukan sesuai dengan syarat minimum ransum untuk ayam pelung. Untuk itu peternak harus mengetahui zat-zat yang terkandung dalam setiap bahan dan ayam pada tiap periode umur.
  • Bermutu baik, artinya bahan pakan tersebut belum terlalu lama disimpan, warna, bau, maupun bentuknya belum berubah akibat jamur atau binatang perusak.

Bentuk Bahan Pakan Dan Ransum

Bahan pakam ayam pelung berupa makanan, hasil tanaman, dan kadang bahan-bahan yang berasal dari ternak atau hewan laut. Berdasarkan bentuk fisik pakan terbagi dalam :
  • Bentuk butiran : jagung, gandum, sorghum, dan lain-lain yang merupakan sumber karbohidrat.
  • Bentuk tepung : bekatul, dedak gandum, tepung tulang, tepung ikan, dan lain-lain sebagai sumber protein dan karbohidrat.
  • Bentuk pipih : bungkil kedelai, bungkil kacang tanah, dan asam amino.
  • Bentuk cair : minyak ikan, minyak kedelai, dan lain-lain sebagai sumber energi.
Sedang bentuk ransum secara umum terbagi dalam beberapa macam sebagai berikut :
  • Bentuk tepung komplet. Berupa campuran bahan pakan yang telah digiling halus sebelum dicampur dan mengandung unsur gizi komplet yang dibutuhkan ayam. Ransum jenis ini mudah diserap usus ayam, sehingga dapat diberikan untuk semua jenis ayam dari anak hingga dewasa.
  • Bentuk butiran atau pelet. Merupakan bentuk ransum tepung komplet yang diproses kembali bentuk butiran. Pengembangan ransum ini disesuaikan dengan sifat ayam yang lebih menyukai pakan bentuk butiran atau pecahan. Pemakaian ransum seperti ini mengurangi pengeluaran karena tidak ada yang terbuang. Namun, ransum pelet hanya dapat diberikan pada ayam yang telah menginjak remaja dan sering menimbulkan kanibalisme.
  • Bentuk butiran pecah atau crumble. Bentuk ini merupakan pengembangan jenis pelet. Ransum ini adalah ransum tepung komplet yang diubah menjadi bentuk pecahan. Kelebihan ransum ini adalah dapat diberikan untuk semua periode umur, disukai ayam, dan memiliki unsur gizi komplet dalam tiap pecahan.

Penyimpanan Bahan Pakan

Setiap peternakan harus memiliki gudang penyimpan ransum, terutama bagi peternakan berskala besar. Alasannya, karena peternak membeli ransum untuk jangka waktu tertentu, yaitu sekitar 2-3 minggu. Dalam menyimpan ransum peternak perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.
  • Tempat penyimpanan tidak lembap, cukup sinar matahari, dan cukup ventilasi.
  • Sebaiknya bungkusan (karung) ransum tidak diletakkan langsung di lantai penyimpanan, apalagi jika lantainya semen yang dingin. Gunanya untuk mencegah kelembapan yang berasal dari tanah. Gunakan bangku pengganjal dan karung ransum yang disusun sedemikian rupa sehingga memudahkan pengambilan.
  • Tempat penyimpanan harus dijaga dari binatang perusak terutama tikus. Untuk itu, tempat harus bersih dan dinding tidak berlubang.

Tempat Pakan Dan Minum

Peralatan pakan dan minum cukup bervariasi, sehingga peternak harus menyesuaikan dengan kondisi ayam pelung dan sistem pemeliharaannya.

Tempat Pakan

Bahan tempat pakan sangat beragam di antaranya plastik, pipa pralon, seng, dan almunium. Bentuk dan ukurannya pun bervariasi, terlebih bila peternak membuat sendiri. Tempat pakan yang umum digunakan adalah :
  • Tempat pakan gantung atau otomat : Tempat pakan ini terbuat dari bahan seng atau plastik berbentuk bulat dan dalam. Ukurannya dapat disesuaikan dengan kondisi peternakan. Pemakaian tempat pakan ini harus digantung, sehingga cocok untuk kandang yang luas
  • Tempat pakan bentuk kotak : Dibuat dari bahan tripleks, seng, alumunium, dan lain-lain. Bentuknya kotak memanjang dengan ukuran yang variasi. Penempatannya di dalam kandang.
  • Tempat pakan bentuk silinder : Tempat pakan jenis ini terbuat dari belahan bambu atau pipa paralon besar. Bentuk ini biasanya ditempatkan di luar kandang, sehingga panjangnya disesuaikan dengan panjang kandang. Namun, bisa juga ditempatkan di dalam kandang dengan diberi kaki dan penghalang agar tidak terinjak-injak.

Tempat minum

Bahan yang digunakan untuk tempat minum sebaiknya dipilih yang tidak mempengaruhi sifat air di dalamnya. Karena peternak tidak hanya memberikan air putih. Seringkali peternak menambahkan larutan tertentu yang bertujuan untuk memperkuat tubuh atau sebagai obat. Bentuk tempat minum tidak banyak macamnya, beberapa di antaranya :
  • Tempat minum gantung : Penempatan tempat minum ini memang dengan menggantungkannya di dalam kandang. Kecuali bila diletakkan di dalam kandang anakan. Di dalam kandang anakan cukup diletakkan di lantai agar terjangkau oleh anakan. Tempat minum ini biasanya terbuat dari bahan plastik. Sedang ukurannya sangat beragam mulai dari setengah liter hingga 5 liter.
  • Tempat minum bentuk silinder : Seperti tempat pakan, tempat minum juga dapat dibuat dari belahan bambu atau belahan pipa peralon. Dan penempatannya pun di luar kandang. Begitu pula ukurannya dapat disesuaikan dengan panjang kandang.
Referensi : Search Google
Ternak Ayam ~ Kandang adalah tempat tinggal untuk ternak, termasuk ayam pelung yang berfungsi untuk membatasi gerak dan melindungi ternak dari cuaca yang tidak menguntungkan. Gerakan yang terbatas berguna untuk menghemat energi ternak, sehingga dapat disimpan untuk memproduksi daging dan telur. Selain itu, ternak yang dilindungi dari cuaca buruk dapat lebih tahan dari serangan penyakit. Pada mulanya peternak ayam pelung memperlakukan ternaknya seperti beternak ayam buras. Ayam pelung dibiarkan berkeliaran mencari makan sendiri. Kemudian pada malam hari tidur di sembarang tempat. Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam


Selanjutnya peternak mulai membuatkan kandang dan mulai memisahkan perkandangan sesuai periode umur dan jenis kelamin. Namun peternak masih memberi tempat untuk mengumbarnya dalam pekarangan yang berpagar. Pemeliharaan sistem ini mengharuskan peternak menyediakan pekarangan yang lebih luas jika jumlah lebih banyak. Kini peternak yang mempunyai lahan sempit pun tetap dapat beternak ayam pelung dalam jumlah besar dengan menggunakan sistem antara semi intensif dan intensif. Pada sistem ini kandang terbagi dalam periode umur tapi tidak memakai tempat umbaran lagi. Ayam pelung tetap tinggal dalam kandang sepanjang hidupnya.

Pemilihan Lokasi Kandang Ayam Pelung

Cianjur yang sejuk merupakan daerah asal ayam pelung. Oleh karena itu, lahan untuk perkandangan sebaiknya dibuat pada daerah yang sejuk pula. Namun, bila lahan yang tersedia berhawa panas, dapat diatasi dengan berbagai cara yaitu sebagai berikut.
  • Sebelum perkandangan dibuat, lahan sekelilingnya ditanami dengan tanaman yang cepat tumbuh dan rindang. Lebih baik lagi bila tanaman itu menghasilkan, seperti tanaman buah-buahan. Tetapi jangan sampai lahan menjadi terlalu rimbun, sehingga kekurangan sinar matahari.
  • Kolam dibuat di tempat yang akan didirikan kandang, sehingga selain memberikan kesejukan juga bisa sekaligus memelihara ikan.
Selain itu, juga sebaiknya tersedia fasilitas pendukung, seperti aliran listrik, persediaan air yang memadai sepanjang tahun, dekat dengan sumber bahan-bahan pakan, dan dekat jalan untuk memudahkan transportasi.

Syarat Pembuatan Kandang Ayam Pelung

Perkandangan ayam pelung sebaiknya memiliki beberapa syarat antara lain :
  • Jauh dari rumah hunian penduduk sehingga masyarakat sekitar terhindar dari bau dan kotorannya.
  • Mempunyai sirkulasi udara yang baik dan cukup mendapatkan sinar matahari (terutama pagi hari) yang berguna bgai kesehatan ayam pelung.
  • Menjamin keselamatan ayam pelung dari binatang pengganggu, seperti tikus, musang, dan melindungi dari cuaca yang tidak menguntungkan seperti panas terik, dingin yang mencekam.
  • Memudahkan tata laksana pemeliharaan, antara lain pemberian pakan, pengambilan telur, dan pembersihan kandang.

Bahan Pembuatan Kandang Ayam Pelung

Bahan kandang tidak perlu mahal yang penting kuat, sesuai dengan penggunaan, mudah didapat dan ekonomis. Beberapa bahan yang biasa digunakan antara lain bambu, kayu, genteng, rumbia, dan lain-lain.

Macam Dan Konstruksi Kandang Ayam Pelung

Ada beberapa macam kandang yang dapat digunakan pada pemeliharaan ayam pelung. Jenis kandang yang dipakai sesuai dengan sistem yang dipakai, situasi dan kondisi setempat, serta dana yang tersedia.

Kandang Lantai Rapat

Merupakan kandang koloni (memuat banyak ayam) yang terbuat dari bambu atau semen. Untuk mengurangi kelembapan dari kotoran dan lantai (terutama lantai semen) diperlukan alas (litter) yang menutupi seluruh lantai kandang. Alas bisa dibuat dari bahan-bahan organik atau non organik, asal bahannya kering dan berdaya serap. Daya serap alas penting untuk menjaga agar lantai tetap kering. Bahan-bahan itu antara lain berupa sekam, serbuk gergaji, pasir, kapur, dan kerikil.

Penghamparan alas dibuat sedemikian rupa yang didahului pembersihan dan fumigasi lantai. Susunan alas kandang adalah sebagai berikut.
  • Pasir ditaburkan secara merata dan merupakan lapisan pertama.
  • Lapisan kedua berupa kapur matang. Kapur matang berfungsi untuk mengurangi penguapan.
  • Lapisan ketiga berupa kerikil yang berguna untuk melancarkan penguapan kapur.
  • Sebagai lapisan terakhir digunakan serbuk gergaji, sekam, atau padi yang bertujuan untuk mencegah kebecekan kandang akibat kotoran ayam atau air minum, selain itu berguna untuk kenyamanan ayam.

Kandang Lantai Renggang

Kandang ini lantainya berkisi-kisi sehingga kotoran bisa langsung jatuh. Beberapa keuntungan penggunaan kandang ini sebagai berikut.
  • Kesehatan ayam lebih terjamin karena kotoran langsung jatih dan peternak tidak repot membersihkannya.
  • Daerah yang sering banjir menjadi lebih aman karena tidak tergenang. Selain itu, bila atap bocor kandang tidak menjadi becek.
  • Jika pemeliharaan dipadukan dengan ikan, maka kotoran ayam yang jatuh dapat menjadi makanan ikan.
Berdasarkan jumlah ayam yang dapat ditempatkan dalam kandang, maka kandang dibedakan atas
  • Kandang Individu Battery : Merupakan kandang yang hanya diisi dengan satu ekor ayam. Biasa digunakan untuk kandang ayam remaja dan dewasa.
  • Kandang Koloni : Merupakan kandang yang dapat diisi beberapa ekor ayam yang jumlahnya tergantung dari periode umur dan luas kandang. Bisa digunakan untuk anakan, ayam remaja, dan yang sudah dewasa.
Sumber : Search Google
Ternak Ayam ~ Untuk menghasilkan ayam pelung yang bersuara bagus perlu diadakan seleksi induk. Sehingga terpilih induk jantan dan betina yang benar-benar andal. Pejantan yang baik untuk bibit mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Mempunyai keindahan suara dan lebih baik lagi bila pernah menjuarai lomba ayam pelung.
  • Mempunyai bentuk badan yang ideal
  • Cukup umur, minimal berumur setahun tapi lebih baik bila sudah berumur dua tahun. Yang penting ciri-ciri sebagai pejantan pelung yang bagus sudah terlihat. Selain itu, umur yang matang mempengaruhi kualitas sperma yang akan dihasilkan.
  • Tidak mengidap penyakit menular dan menurun agar pasangan dan keturunannya tidak tertular penyakit.
  • Mempunyai keinginan kawin (berahi) yang baik dan mampu mengawini betina dengan sempurna, sehingga telur tetasnya tidak banyak yang kosong.
Sedangkan betina pelung yang dapat dijadikan bibit mempunyai ciri-ciri berikut :
  • Mempunyai garis keturunan yang jelas dari induk terdahulu. Setidaknya induk betina ini mempunyai saudara jantan bersuara bagus atau bapak induk yang bersuara bagus.
  • Mempunyai bentuk badan ideal sebagai induk.
  • Berumur sekitar satu tahun atau sudah pernah bertelur. Saat bertelur pertama induk belum dapat dijadikan bibit karena telur belum stabil.
  • Sehat, tidak berpenyakitan menular dan menurun.

Cara Mendapatkan Bibit Ayam Pelung


Bibit yang baik diperoleh dari demplot ayam pelung yang kini banyak didirikan di daerah Sukabumi dan Cianjur. Sebaiknya jangan membeli bibit di peternak pelung yang mencampurkan pemeliharaannya dengan ayam jenis lain. Karena dikhawatirkan sudah tidak terjamin keasliannya.

Perkandangan Bibit Ayam Pelung

Bibit jantan dan betina yang telah terpilih sebagai induk segera dikandangkan secara terpisah untuk mencegah perkawinan liar. Pengaturan ini bertujuan agar asal usul telur dapat diketahui. Induk jantan sebaiknya dikandangkan dalam kandang individu agar tidak terjadi perkelahian sesama jantan. Tipe kandang dapat dipilih berbentuk baterai atau kandang ajeng yang sekaligus berfungsi untuk kandang pamer. Kandang induk betina dapat dibuat secara pen house (kelompok kecil) yang berisi 5 atau 6 betina tiap kandang. Ukuran kandang 3 m2 jika ada halaman umbaran. Jika tidak, maka ukuran kandang harus diperlebar menjadi sekitar 5 m2. Di dalam kandang dibuatkan sarang untuk setiap betina. sarang dibuat dari anyaman jerami atau kotak yang diberi jerami. Dan diletakkan pada tempat yang agak gelap dari kandang, sehingga memberi rasa aman pada ayak ketika bertelur atau mengeram.

Pakan Induk Jantan

Peternak yang tidak ingin terlalu repot menyusun ransum dapat memberi pakan induk jantan pelung berupa pakan ayam ras finisher pedaging. Jenis pakan ini mengandung sumber energi sekitar 2.800 kkal. Jumlah kandungan energinya memang tidak banyak agar ayam tidak menjadi gemuk. Namun, bila ingin menyusun sendiri.

Pakan Induk Betina

Perawatan induk betina juga perlu diperhatikan, terutama saat berproduksi. Pakannya harus baik agar diperoleh telur yang berkualitas. Sama dengan ransu pejantan, ransum betina juga ada yang berupa ransum jadi. Ransum jadi untuk induk betina dapat berupa ransum jadi untuk ayam petelur (layer). Selain itu, juga dapat dilakukan dengan meramu sendiri dengan kadar protein 16%-18%.

 Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam

Sumber : Tim Penulis PS (1991)
Ternak Ayam ~ Ayam pelung merupakan salah satu jenis ayam lokal Indonesia yang mempunyai karakteristik khas, yaitu rata-rata berbobot badan besar dan yang jantan mempunyai suara merdu dan panjang.

Ciri-Ciri Ayam Pelung

  • Badan : Besar, bobot jauh lebih besar dari ayam kampung.
  • Cakar : Panjang dan besar, berwarna hitam, hijau, kuning, atau putih.
  • Pial : Besar, tebal, dan tegak, berwarna merah dan berbentuk tunggal (jengger betina tidak sebagus jengger jantan).
  • Warna Bulu : Tidak memiliki pola warna khas, tetapi umumnya campuran warna merah dan hitam.
  • Suara : Jantang kokok berirama, lebih merdu dan lebih panjang dibanding jantan jenis lain.

Produksi Telur Dan Daya Tetas Ayam Pelung

Ayam pelung pertama bertelur ketika berumur enam atau tujuh bulan. Suatu penelitian menyebutkan bahwa ayam pelung mampu bertelur sampai 106 butir/tahun. Namun, di peternak biasa ayam pelung hanya mampu bertelur sebanyak 40-60  butir pertahun. Nilai produksi telur ayam pelung pertahun lebih rendah bila dibandingkan ayam jenis lain seperti ayam ras (259 butir), ayam kampung (151 butir), kedu hitam (215 butir), kedu putih (197 butir) dan nunukan (182 butir).

Pertumbuhan Ayam Pelung

Ayam pelung tubuhnya lebih besar dibanding ayam jenis lain. Hal ini dibuktikan melalui hasil penelitian tentang pertumbuhan ayam dari mulai menetas hingga dewasa. Bobot ayam pelung ketika baru menetas lebih besar dibandingkan dengan ayam bangkok maupun ayam kampung. Dan bobot ayam pelung jantan lebih besar dibandingkan betinanya. Pertambahan bobot badan ayam pelung juga lebih besar dibandingkan ayam bangkok dan ayam kampung. Laju pertambahan bobot ayam pelung awalnya lambat, kemudian meningkat, dan akhirnya mencapai pertambahan maksimal pada minggu ke-13. Sedang pada ayam bangkok terjadi di minggu ke-13 untuk jantan dan minggu ke-12 untuk betina, dan pada ayam kampung terjadi di minggu ke-8 untuk betina dan minggu ke-12 untuk jantan.

Rata-rata pertambahan bobot perminggu ayam pelung lebih besar dibandingkan ayam bangkok dan ayam kampung. Nilai pertambahan ayam pelung, ayam bangkok, dan ayam kampung adalah 64.8 gram, 60.9 gram, 57.7 gram untuk jantan dan 52.7 gram, 47.8 gram, 50.3 gram untuk betina. Rata-rata dari nilai (jantang dan betina) tersebut adalah 58,7 gram untuk ayam pelung, 54.4 gram untuk ayam bangkok, dan 50.3 gram untuk ayam kampung.

Sejarah Ayam Pelung

Hingga kini asal usul ayam pelung yang pasti belum terungkap. Yang diketahui baru sebatas pada legenda yang diceritakan secara turun temurun, dan berarti tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Cerita tentang asal usul ayam pelung diperoleh dari keterangan Bapak Karta dan Bapak H. Bustomi almarhum yang menjelaskan bahwa ayam pelung ini telah dipelihara dan dikembangkan sejak tahun 1850 oleh Bapak Acih alias R.H. Djarkasih, penduduk Desa Bunikasih, Kecamatan Warung Kondang, Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Konon H Djarkasih memperoleh ayam pelung melalui mimpi. Dalam mimpinya ia bertemu dengan Eyang Suryakancana yang merupa putra sulung Bupati Cianjur I, yaitu Wiratanudatar I. Eyang Suryakancana menyuruh Mama Acih mengambil seeokor ayam jantan besar, tinggi dan berbulu jarang (trondol). Keesokkan harinya, ketika sedang mencangkul di kebunnya, ia menemukan seekor anak ayam jantang yang sama dengan yang ada dalam mimpinya. Kemudian anak ayam tersebut dipelihara dengan baik dan ternyata tumbuh pesat. Ketika berumur setahun lebih, kokoknya mengalun panjang, berirama, enak didengar. Banyak orang kagum dengan kemerduan suara ayam itu. Untuk memperoleh keturunannya ayam itu dikawinkan dengan ayam kampung pilihan. Keturunannya inilah yang disebarkan ke berbagai desa dan kampung.

Versi lain diceritakan oleh Nambeng seorang warga warung kondang, Cianjur. Menurut beliau, sekitar tahun 1940 seseorang yang bernama H. Kosim melihat seekor ayam betina yang sedang mengasuh anak-anaknya. Dari sekian banyak anak-anaknya, tampak beberapa ekor berbeda dari yang lain. Badannya lebih besar, tinggi, dan bulunya jarang terutama pada anak yang jantan. Anak ayam yang aneh itu kemudian dipelihara dengan baik dan ternyata setelah dewasa mempunyai suara yang merdu. Nama ayam pelung berasal berasal dari bahasa Sunda malewung atau melung yang artinya melengkung. Memang, dalam berkokok ayam pelung mengakhiri suara merdunya dengan melengkungkan lehernya yang panjang. Kadang lengkungan lehernya bisa mencapai tanah.

Jika ditelusuri, sebenarnya asal usul ayam pelung tidak berbeda jauh dengan ayam piaraan lainnya. Pada dasarnya ayam terdiri dari empat bangsa pokok, yaitu
  • Gallus bankiva (Gallus gallus), ayam hutan berwarna merah yang tersebar di daerah India Timur.
  • Gallus sonneratti, ayam hutan berwarna kelabu yang tersebar di India Selatan dan Barat.
  • Gallus lavayetti, ayam hutan yang hanya terdapat di Sri Lanka.
  • Gallus varius, ayam hutan yang tersebar luas di Jawa dan Nusa Tenggara.
Nenek moyang ayam piaraan, termasuk ayam pelung adalah ayam hutan merah (Gallus gallus). Teori ini banyak dipercaya karena jenis ayam hutan ini mudah dikawinkan dengan ayam piara yang ada sekarang. Selain itu, keturunan generasi pertama dari perkawinan di atas bersifat subur. Sedangkan ketiga jenis lainnya selain susah dikawinkan dengan ayam piara yang kini ada juga keturunannya bersifat mandul. Teori lain mengatakan bahwa nenek moyang ayam piara, termasuk ayam pelung berasal dari persilangan berbagai ayam hutan. Hal ini dikemukakan dengan alasan bahwa penampilan ayam piara sekarang ini sangat beragam.

Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam

Terlepas dari kedua teori, adanya proses alamiah karena perpisahan dan penyebaran empat bangsa ayam tersebut, dan adanya perkawinan antar jenis dan pengaruh lingkungan yang berbeda, maka terbentuklah ayam jenis baru. Ayam pelung adalah jenis ayam yang timbul akibat pemuliaan oleh manusia. Pemuliaan ini semula hanya untuk mendapatkan jenis-jenis ayam baru. Tetapi, selanjutnya berkembang untuk tujuan komersil. Akibat pemuliaan itu, penampilan ayam pelung dapat dikatakan seragam, sehingga bisa disebut sebagai suatu strain. Berbeda dengan ayam kampung (buras) yang mempunyai penampilan sangat beragam. Dan ini terbukti dari suatu penelitian yang menerangkan bahwa gen ayam kampung lebih bervariasi dibanding ayam pelung.

Sumber : Fletcher 1973
Ternak Ayam ~ Ayam jinak alias ayam peliharaan sering juga disebut ayam ternak. Alasannya, karena hidup dan berkembangbiaknya selalu di bawah pengawasan manusia. Dari usaha pemeliharaan ini, manusia bisa mengambil manfaat dan keuntungan dari hasil ternaknya. Ayam bisa diambil daging dan telurnya sebagai bahan makanan bergizi, kotorannya bisa dikumpulkan untuk pupuk tanaman dan kegiatan pertanian. Atau ternak bisa dimanfaatkan sebagai sumber rekreasi, misalnya untuk jenis ayam sabung dan hias.


Boleh dikata usaha penjinakan dan budidaya pemeliharaan ayam hampir sama panjangnya dengan usia peradaban manusia. Tapi ternyata jenis-jenis ayam peliharaan yang kini telah tersebar luas hampir di seluruh pelosok bumi ini, masih sulit ditelusuri asal usulnya. saat ini terdapat 2 teori yang masih bersitegang mengenai asal usul ayam ternak, yang sekarang telah berkembang pesat sebagai unggas nomor satu di bidang peternakan.

Teori Pertama

Teori ini berpendapat bahwa yang menurunkan jenis-jenis ayam ternak yang sekarang telah berkembang dan tersebar luas di permukaan bumi ini adalah berasal dari jenis ayam hutan merah Gallus gallus. Pendapat ini dikemukakan oleh Charles Darwin pada tahun 1868. Alasannya, ayam hutan merah yang Gallus gallus mudah dikawinkan dengan berbagai jenis ayam piaraan yang ada sekarang ini, sedang ketiga jenis ayam lain Gallus varius, Gallus lafayetti, dan Gallus sonnerettii sangat sulit dilakukan. Selanjutnya generasi pertama dari hasil perkawinan antara ayam hutan merah Gallus gallus dengan ayam piaraan yang sekarang ada, hasilnya bersifat mandul. Selain itu banyak ciri-ciri fisik beberapa jenis ayam piaraan (Melayu, Sumatera, Brown Leghorn) banyak sedikitnya mirip sekali dengan ayam hutan merah Gallus gallus, di antaranya adalah warna bulu dan jengger. Kadang-kadang dalam perkawinan antar jenis ayam piaraan, bisa diperoleh keturunan ayam yang bentuk fisiknya mirip sekali dengan ayam hutan merah.

Teori Kedua

Teori ini berpendapat bahwa kemungkinan besar terbentuknya berbagai jenis ayam piaraan yang terdapat saat ini tercipta melalui persilangan lebih dari satu jenis ayam hutan yang pernah ada, yaitu ayam hutan merah Gallus gallus dengan beberapa jenis ayam hutan lain yang sekarang telah punah. Alasannya, ayam peliharaan yang terdapat di daerah sekitar laut Tengah, badannya relatif kecil, sayap relatif panjang bentuknya dan dapat dipakai untuk terbang, posisi ekor tegak, tungkai kaki tidak berbulu, kepala berbentuk lonjong horizontal, jengger dan pial relatif besar, sifatnya mudah kaget, dan telur yang dihasilkan warna kulitnya putih. Sedang ayam  peliharaan yang terdapat di daratan Asia, bentuk badannya relatif besar dan berat, sayap relatif pendek sehingga tidak dapat dipakai untuk terbang.

Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam
Referensi : Search Google
Ternak Ayam ~ Ayam hutan hijau (Gallus varius) sangat indah, bulu tubuhnya hitam berbaur dengan warna hijau mengkilap, dan ujungnya berwarna kekuning-kuningan. Bulu ekor panjang melengkung berwarna hitam, jumlahnya 16 lembar. Bulu leher kecil-kecil, berwarna merah kekuning-kuningan. Badan ayam hutan hijau lebih kecil dibanding ayam hutan merah. Perbedaan lain yang mencolok antara ayam hutan merah dan ayam hutan hijau adalah bentuk jengger dan pialnya. Ayam hutan hijau berjengger bundar rata pada pinggirannya dan tidak bergerigi, sedang pialnya cuma sebuah. Sedang ayam hutan merah jenggernya bergerigi, sedang pialnya dua buah. Pial tunggal ini terdapat di tengah kerongkongan.


Lingkungan hidup ayam hutan hijau adalah di tepi hutan atau di hutan terbuka dataran rendah. Di hutan daerah pegunungan dan di rimba belantara, ayam hutan hijau jarang ditemukan orang. Ayam hutan hijau sangat gesit, tangkas dan sulit ditangkap.

Ayam hutan hijau membuat sarang di tanah. Biasanya sarang terletak tersembunyi di semak-semak. Bahan sarang terbuat dari rumput dan ranting. Telurnya paling banyak 5 butir. Telur menetas setelah dierami selama 3 minggu. Anaknya berbulu halus, berwarna putih kekuning-kuningan. Si kecil yang baru menetas ini sudah gesit berlarian beberapa jam setelah menetas.

Di hutan, ayam hutan hijau memakan berbagai jenis biji-bijian, daun, serangga, dan binatang-binatang kecil lain. Di Kangean, ayam hutan hijau banyak dicari orang untuk dikawin silangkan dengan ayam kampung, dan nantinya (bila berhasil) akan menurunkan ayam bekisar. Di Jawa Barat ayam hutan hijau ini lebih dikenal dengan sebutan canghegar. Daerah penyebaran ayam hutan hijau sangat terbatas. Ia cuma terdapat di Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Alor.

Ayam hutan hijau jantan dewasa panjang tubuhnya 700 mm, dan betinanya 400 mm. Ayam hutan hijau betina mempunyai bulu dada yang pudar kekuningan. Bulu penutup sayap membentuk garis-garis hitam kekuningan. Berbiak dari bulan Maret sampai Juli. Dalam musim berbiak paling banyak terdapat lima butir telur. Mereka dapat berkembang biak dengan baik di lingkungan yang panas dan beriklim kering.
 Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam

Referensi : Search Google
Ternak Ayam ~ Semua ayam bertelur untuk melanjutkan kelangsungan hidup populasinya, karena di dalam telur itulah terdapat "calon anak" untuk kelangsungan hidup populasinya. Untuk membesarkan calon anak itu, induk memberikan bekal makanan yang terbungkus rapi di sekitar embrio itu berkembang dan inilah yang dikenal dengan TELUR. Jadi telur ini sebenarnya cadangan makanan untuk embrio ayam atau calon anak ayam. Cadangan makanan ini tentunya berkualitas tinggi, karena akan dipergunakan untuk mengembangkan calon makhluk hidup yang akan menjadi anak ayam. Dipihak lain telur dapat menjadi busuk karena ulah mikroba yang ikut "makan" cadangan makanan yang semula disediakan untuk calon anak ayam itu, atau telur hilang dimakan musang. Selain musang, keinginan manusia untuk makan telur juga tidak pernah susut. Bila di zaman purba telur diambil dari dalam hutan begitu saja, maka tahap demi tahap ayam dipelihara untuk diambil telurnya atau dipotong untuk disantap dagingnya. Bahkan hingga kini sistem pemeliharaan ayam itu semakin dikembangkan.

Produksi Telur Ayam Di Indonesia

Pada mulanya tidak ada cara khusus untuk memproduksikan telur ayam. Orang-orang zaman dahulu hanya memelihara ayam yang akrab dengan manusia yaitu ayam-ayam hutan yang dijinakkan, dipelihara dan diberi makan. Telur yang dihasilkan pun tidak banyak. Dari sejumlah telur yang tidak banyak itu ada yang diambil untuk dimakan dan ada yang ditetaskan sendiri oleh sang induk. Mereka memang berusaha untuk tetap ada ayam di dalam lingkung hidupnya. Dari sinilah cikal bakal produksi peternakan, walaupun yang dilakukan orang saat itu hanya sekedar memelihara dengan sederhana yang dikenal dengan sistem pemeliharaan swalayan dimana campur tangan pemiliknya sangat terbatas, yang terpenting ayam tetap hidup dan dapat bertelur. Suatu cara yang ternyata terus bertahan hingga sekarang.

Produksi Telur, Peternakan Dan Bisnis Telur

Telur merupakan bakal anak ayam yang dierami selama 21 hari. Selama masa tersebut 2 hari setelah menetas anak ayam itu memperoleh makanan dari dalam telur dan sisa kuning telur di dalam perutnya. Cadangan makanan yang ada di dalam telur tersebut diambil oleh sang induk dari makanan yang dimakan, sehingga apabila kurang akan mempengaruhi produksi telur. Jadi jelas bahwa makanan yang dimakan, baik itu kuantitas dan kualitasnya akan mempengaruhi produksi telur. Bila untuk hidupnya saja tidak cukup, tentu untuk produksi telur tidak akan memperoleh pasokan nutrisi dan akibatnya produksi merosot atau terhenti.
Jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh ayam untuk membentuk telur ini berkaitan dengan jumlah atau kuantitas makanan yang diberikan. Jumlah makanan yang diberikan akan cukup bila disesuaikan dengan standar konsumsi yang seharusnya dan bagaimana memberikan makanan itu. Jumlah yang cukup belum menjamin produksi telur akan bagus, kita harus melihat kualitas makanan yang dimakan oleh ayam itu. Dalam hal ini adalah kandungan nutrisi yang ada di dalam makanan itu. Kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan hiduo ayam mendukung produksi telur yang banyak tergantung pada bahan makanan yang digunakan untuk membentuk makanan ayam tersebut. Makanan yang baik adalah makanan yang terdiri dari campuran bahan makanan nabati dan hewani yang disusun menjadi makanan ayam dengan metode penyusunan yang handal.

Produksi telur yang sesuai dengan harapan tidak hanya tergantung pada makanan yang cukup dan berkualitas baik, perlakuan pemelihara dan suasana lingkungan juga turut mendukung. Setelah telur ada dan menumpuk di gudang, mau diapakan telur-telur ini ? Sudah tentu untuk dijual ke pasar agar hasil produksi peternakan itu membuahkan uang yang dapat dipakai untuk menutup biaya produksi, bahkan kalau mungkin keuntungan. Sebelum dijual harus ada proses sortir, kemasan dan tinjauan pasar. Langkah terakhir yang menentukan apakah usaha produksi telur melalui peternakan yang dijalankan itu berkesinambungan atau malah gulung tikar, yaitu bagaimana mengelola usaha produksi telur ini. Masalah yang dibahas adalah mulai dari bagaimana merencanakan produksi telur, pengelolaan sumber daya, pengertian dasar biaya, pengertian tentang pasar, efisiensi dan evaluasi usaha.

Sebenarnya aspek teknis peternakan saling mengisi dan saling tergantung dengan aspek manajemen dan ekonomi peternakan. Telur yang banyak tidak berguna bila tidak dapat dijual atau tidak laku di pasar akibat blokir pada grosir misalnya. Jalur tata niaga yang baik, jalinan hubungan dengan pengecer yang akrab dan tindakan pemasaran telur yang efisien tidak akan berguna bila tidak ada telur yang bisa dijual karena produksi telur merosot akibat ayam di beberapa kelompok kandang terserang penyakit tetelo atau tercekam akibat kualitas makanan yang jelek.

Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam

Referensi : Aziz M.A 1988, Rasyaf 1990
Ternak Ayam ~ Proses pembentukan telur dapat berlangsung bila keadaan normal dan tidak ada sesuatu yang mengganggu. Beberapa gangguan yang mungkin terjadi dapat menyebabkan dua hal, yaitu
  • Abnormalitas dari bentuk dan isi telur. Hal ini terjadi karena ada kejutan dari luar. Ayam petelur yang berproduksi tinggi (misalnya White Leghorn jengger tunggal) sangat peka terhadap segala sesuatu di luar yang biasa dialami. Bila dalam proses pembentukan telur it terjadi suatu kejutan, maka kuning telur yang sedang berada di oviduct itu akan kembali lagi ke proses awal, saat itu mungkin telah keluar kuning telur yang baru. Akibatnya akan terjadi apa yang disebut dengan "Double Yolk" atau kuning telur berganda.
  • Keadaan lingkungan, individu ayam dan ransum. Faktor pertama dapat dikatakan sebagai faktor dalam yang mempengaruhi bentuk dan kualitas telur yang dibentuk. Sedangkan faktor kedua dapat dikatakan sebagai faktor luar yang juga penting dalam pengaruhnya terhadap proses pembentukan telur.

Dalam kegiatan produksi telur, ayam terutama akan mengarahkan semua unsur gizi yang ada untuk hidup pokoknya dan produksi secara simultan. Bila karena sesuatu hal (misalnya karena kualitas ransum tidak baik atau ayam berpuasa pada kegiatan force molting) unsur-unsur gizi yang dibutuhkan untuk produksi tidak ada, maka ayam tipe dwiguna masih mampu bertelur dua kali dan satu kali bertelur untuk ayam tipe ringan. Kemudian kegiatan bertelur akan berhenti dan ayam akan mengarahkan semua cadangan yang ada untuk pokok. Bila masih juga tidak ada unsur gizi yang masuk (misalnya memang sengaja dipuasakan terus), maka ayam akan menemui ajalnya dengan cepat. Tetapi bila air diberikan, ayam tipe medium akan mampu bertahan hidup (tanpa makan) selama 18 hari dan ayam tipe ringan 11 hari (rata-rata).

Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam

Sumber : Fletcher 1973, Eggs and Egg Product
Ternak Ayam ~ Pertumbuhan dan pembentukan telur dimulai dengan pertumbuhan kuning telur (yolk) di dalam ovarium sang betina. Ovarium dari bangsa ayam ini terdiri dari 3000 atau lebih "noda kuning" (calon kuning telur) dan dari sejumlah itu ada sekitar 5 atau 6 kuning telur yang lebih besar atau folikel dan sebuah folikel yang paling besar yang berwarna lebih keputihan. Bila "noda kuning" ini telah berkembang sempurna menjadi kuning telur, maka folikel yang siap keluar itu mendkati garis tipis stigma dan kemudian kuning telur dari ovarium dan ditangkap di dalam infundibulum. Pada saat kuning telur itu keluar melalui stigma (terutama pada ayam yang baru bertelur dan pada kasus-kasus tertentu) percikan darah akan keluar dan ikut menempel pada kuning telur. Sehingga ketika telur dibuka, akan terlihat bintik darah pada kuning telur.


Di dalam infundibulum ini kuning telur yang keluar dari ovarium akan berdiam selama 1/4 jam dan pada bagian inilah terjadi pertemuan dengan sel jantan (bila ayam betina itu dikawinkan dengan unggas jantan). Dari infundibulum, kuning telur itu akan masuk ke daerah magnum, di daerah ini akan tinggal selama 3 jam. Pada saat ini disekresikan 50% dari albumen kental yang menyelimuti kuning telur tersebut (albumen disebut juga dengan putih telur) dan sebagian besar dari albumen protein dikeluarkan dibagian ini pula. Protein albumen itu adalah mucin dan globulin yang merupakan 10% dari total albumen dan albumen menempati 90% dari total albumen tersebut. Ketiga protein albumen itu memegang peranan penting di dalam pembentukan struktur fisik dari albumen tersebut.

Pembentukan selaput telur diwujudkan di Istmus. Di sini telur berdiam selama 1,25 jam untuk pembentukan selaput tersebut. Selaput ini kelak berguna untuk melindungi telur dari gangguan luar, dan bertindak sebagai benteng sebelum gangguan luar itu masuk merembes ke dalam putih telur. Di bagian ini ditambah juga air, Na, K dan garam. Waktu terlama ada di Uterus, yaitu selama 20 jam. Di bagian ini kuning telur dan putih telur diselimuti dngan kulit telur (disebut pula dengan kerabang atau cangkang) dan pada bagian ini kerabang itu dilapisi lagi dengan selaput halus untuk melindungi pori-pori telur. Waktu yang demikian lama itu menunjukkan bahwa peranan kerabang ini sangat penting dan sulit pembentukannya. Kerabang inilah yang berperan sebagai benteng utama isi telur.

Selama ada di uterus ini juga ditambahkan pigmen pada kerabang yang memberikan warna kulit telur menjadi putih, kecoklatan, kehijauan atau bintik-bintik hitam. Pigmen telur ini berasal dari pigmen darah hemoglobin. Untuk itu ada da pigmen utama yang paling berperan, yaitu porphyrins yang "berasal" dari hemoglobin yang responsif untuk menghasilkan warna kulit telur yang kecoklatan itu. Kemudian sianin yang responsif untuk menghasilkan warna kulit telur biru dan hijau (pada kulit telur itik, bebek dan sejenisnya). Warna kulit telur itu tidak selalu harus identik dengan warna bulu ayam tersebut. Ayam coklat, tidak selalu harus menghasilkan telur warna coklat.

Sebelum telur itu keluar dari tubuh induk ayam, telur masih harus masuk ke dalam vagina. Di vagina ini telur berdiam selama 1/4 jam, sebelum dikeluarkan. Waktu yang dibutuhkan hingga telur itu keluar dari tubuh induk ayam dengan sempurna lebih dari sehari semalam. Untuk ayam ras umumnya, telur yang telah siap itu dikeluarkan pada pagi hari (sebelum lepas tengah hari). Hanya beberapa kasus saja yang melewati tengah hari. Ini tentunya agak berbeda dengan itik dan burung puyuh.
 Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam

Sumber : Campbell JR and JF Lasley 1977. The Science Of Animals That Serve Mankind
Ternak Ayam ~ Lebih dikenal dengan nama ayam hutan Abu-Abu (Gallus Sonneratti), jenis ayam ini berkembang dengan baik di dalam hutan India bagian selatan. Ada pula sekelompok kecil yang hidup di hutan India bagian barat dan utara.

Ciri-Ciri Ayam Hutan Abu-Abu

Pejantan :
  • Paling berat hanya 2 kg.
  • Pada bagian dada dan badan sebelah bawah berbulu warna keabu-abuan, dihiasi warna hijau dan putih.
  • Bulu leher berwarna hitam.
  • Bulu punggung abu-abu bergaris-garis hijau, putih dan hitam darah.
  • Sayap berbulu warna hitam berkontur hijau.
  • Jengger berukuran sedang, bergerigi kecil dan warnanya merah.
  • Pial dua buah di bawah tulang rahang berwarna merah darah.
  • Cuping telingan kecil dengan warna merah berbintik-bintik putih.
  • Paruhnya kecil dan runcing, melengkung pada ujungnya, berwarna abu-abu keputih-putihan.
  • Matanya besar berwarna merah menyala.
  • Bulu ekorlebat sekali berwarna hitam, sedikit melengkung, menyempit di ujungnya. proporsi ekor dengan besar badan kelihatan tidak seimbang.
  • kakinya kecil, panjang, tetapi kuat sekali, bersisik kecil-kecil teratur rapi dengan warna kuning kemerah-merahan.
  • Jari-jari kakinya kecil, panjang dan kuat sekali, berwarna kuning kunyit.
  • Kukunya panjang, melengkung dan runcing, warnanya putih jernih.
  • Telapak kakinya halus berwarna kuning pucat.
  • Tajinya kecil, panjang, lurus, runcing warnanya coklat pucat.
  • Mudah menyesesuaikan diri dengan lingkingan baru, mudah dipelihara dan cepat dapat rukun dengan ayam kampung.
  • Agak jinak dan kurang lincah.
Betina :
  • Bobot rata-rata hanya 1 kg.
  • Badannya berbulu warna dasar coklat kehitam-hitaman berujung putih abu-abu.
  • Bulu ekor menyempit pada ujungnya.
  • Bentuk tubuh lebih kecil dari pada pejantannya.
  • Paruh berwarna putih dengan pangkal abu-abu kehitam-hitaman, kecil, panjang, sedikit melengkung pada ujungnya dan runcing.
  • Matanya berwarna merah menyala.
  • jengger kecil, bergerigi kecil-kecil dan lemas, berwarna merah darah.
  • Pial sepasang, kecil sekali warnanya merah darah juga.
  • Kaki-kakinya kecil, bersisik kecil-kecil, rapat dengan warna kuning kecoklat-coklatan.
  • Jari-jari kaki panjang dan kuat sekali warnanya coklat pucat.
  • Telapak kaki halus berwarna abu-abu kecoklat-coklatan.
  • Kuku kecil, panjang, melengkung dan runcing, berwarna putih jernih.
  • Bertelur di semak-semak, paling banyak 6 butir setiap periode.
Telur
  • Berwarna putih berbinti-bintik coklat muda, dierami induknya selama 21 hari.
  • Anakan yang baru menetas, sudah bisa bermain-main di luar sarang.
 Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam
Referensi : Search Google
Ternak Ayam ~ Lebih dikenal dengan nama ayam hutan Jingga (Gallus lafayetti), jenis ayam ini hidup dan berkembang biak hanya di hutan-hutan pulau Ceylon, dan tidak ada di tempat lain.

Ciri-Ciri Ayam Hutan Jingga

Pejantan :
  • Bobot rata-rata 1,2 kg
  • Bulu pada bagian dada dan badan sebelah bawah berwarna merah kekuning-kuningan.
  • Bulu sayap coklat gelap bergaris hitam.
  • Jengger bergerigi, berukuran sedang dan berwarna kuning kemerah-merahan. Pial dua buah, dibawah kedua rahang berwarna merah.
  • Cuping telinga kecil, warnanya merah segar.
  • Paruhnya panjang, kecil dan melengkung pada ujungnya serta tajam, warnanya putih cerah.
  • Mata bundar besar, berwarna merah.
  • Kaki-kakinya kecil, tetapi kuat dengan sisik-sisik kecil teratur rapat warnanya coklat kemerah-merahan.
  • Jari-jari kakinya panjang, kecil dan kuat untuk mencengkeram, warnanya coklat pucat.
  • Kuku kecil, panjang dan runcing kukunya berwarna putih jernih.
  • Tajinya panjang, kecil, lurus dan sangat runcing, berwarna putih kecoklat-coklatan.
  • Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
  • Agak jinak dan pemberani, sering berbaur dengan ayam kampung penduduk desa di pinggir hutan.
Betina :
  • Beratnya berkisar 0,8 kg.
  • Seluruh bulunya berwarna coklat muda berkontur coklat tua.
  • Bulu ekor menyempit pada ujungnya.
  • Kaki berwarna kecoklat-coklatan dengan sisik kaki yang teratur rapi.
  • Jari-jari kakinya panjang, kecil dan kokoh, berwarna coklat kekuning-kuningan.
  • Paruhnya putih keabu-abuan.
  • Matanya bundar, besar, berwarna kuning kemerah-merahan.
  • Bertelur di semak-semak, paling banyak 6 butir setiap periode.
Telur :
  • Berwarna kuning berbintik-bintik coklat.
  • Dierami selama 21 hari oleh induk betinanya, menetas dengan bulu kapas warna kuning pucat berbecak-becak coklat kemerah-merahan.
  • Anakan yang baru menetas sudah lincah berlari-lari di sekitar sarang.
Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam
Ternak Ayam ~ Ayam kampung betina terpilih, termasuk ayam jenis lainnya yang akan dijadkan calon penerima donor sperma ayam hutan harus dipelihara secara baik agar telur yang dihasilkan mempunyai fertilitas yang tinggi. Kesehatan ayam kampung hasil ternak sendiri atau hasil pembesaran di kandang sendiri harus selalu dipantau setiap hari. Bila memakai ayam yang diperoleh dari luar harus melalui penyaringan (screening) yang ketat sebagai berikut.

Karantina (Isolasi)

Pada hari pertama, ayam kampung terpilih yang didapatkan harus dikarantina atau diisolir terpisah jauh dari sangkar/kandang ayam sehat lainnya. Ayam jangan diberi makan sampai esok harinya, berilah air minum yang mengandung vitamin dan antibiotik (obat stress). Untuk ayam kampung yang tetap padat temboloknya sebelum diberi makan pagi, berarti ayam ini kurang sehat. Lakukanlah langkah-langkah sebagai berikut :
  • Jangan diberi makan lagi, pemberian minum dapat dilanjutkan.
  • Berilah buah pepaya (kates) atau obat cuci tembolok.
  • Jika pada hari ketiga dan seterusnya masih padat temboloknya dan kondisinya menurun drastis, keluarkan dan coret ayam tersebut dari daftar ayam kampung terpilih.

Obat Cacing

Ayam kampung yang kosong temboloknya pada hari kedua dan tidak memperlihatkan tanda-tanda sakit, maka bisa langsung diberi makan. Ayam kampung tersebut berarti sehat, maka pada hari ke-4 atau ke-5 bisa diberi obat cacing berupa kapsul atau lewat air minum.

Vaksinasi NCD

Setelah diberi obat cacing, biasanya akan nampak lebih sehat dan bergairah. Pada hari ke-7 atau ke-8, ayam divaksinasi dengan vaksin NCD inaktif atau aktif lewat suntikan atau air minum. Ayam kampung yang jumlahnya hanya beberapa ekor akan lebih effesien jika menggunakan vaksin NCD inaktif lewat suntikan. Vaksin ini ada yang dikemas untuk 20 dosis dan ada vaksin NCD lainnya yang rata-rata untuk 100 dosis ke atas.

Tes Peneluran

Ayam kampung yang dipelihara dari dara atau hasil ternak sendiri biasanya mempunyai daya tetas dan produksi telur yang cukup tinggi. Ayam kampung akan bertelur sekitar 12-15 butir atau bahkan lebih banyak. Kemudian, ayam tersebut akan menunjukkan gejala-gejala mengeram dengan mengeluarkan bunyi khas kruuk-kruuk-kruuk. Ayam yang telah diketahui kemampuan penelurannya tidak perlu dilakukan tes peneluran. Akan tetapi, ayam kampung yang didapat dari luar perlu dibuktikan kualitas telur dan jumlah telur yang dihasilkan.

Ayam Kampung Terpilih

Ayam kampung betina yang akan dipilih bisa ditempatkan dalam kandang sistem postal, ren atau kombinasi keduanya. Dalam kandang postal yang beralaskan pasir, kulit padi, serbuk gergajian, atau bahan lainnya agar ayam kampung betina bisa hidup lebih bebas.

Makanan Ayam Kampung

Makanan ayam kampung banyak sekali macamnya dan tiap peternak dapat menyusun makanan ayam menurut resep dan disesuaikan dengan bahan-bahan yang mudah di dapat di sekitarnya. Tiap orang mempunyai susunan makanan ayam kampung dan juga ayam hutan yang tentunya satu sama lainnya tentu bahan-bahan dan campuran yang digunakan berbeda. Makanan ayam dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu bentuk biji-bijian dan bentuk tepung.

Makanan Ayam Pada Waktu Bulu Rontok

Kerontokan bulu pada ayam kampung atau ayam hutan bukan suatu penyakit dalam arti yang sebenarnya. Tetapi, ayam sedang rontok bulunya tidak dapat dikatakan sehat. Ayam yang rontok bulunya akan mengalami penurunan produksi telurnya atau berhenti sama sekali. Sedangkan rontok bulu pada ayam hutan dapat menyebabkan tidak tahan terhadap serangan penyakit. Kerontokan bulu ayam disebabkan pengaruh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar hypopisi, kelenjar gondok, dan indung telur. Kerontokkan bulu bisa juga disebabkan oleh makanan, pergantian musim, dan penyakit ayam. Oleh karena itu, ayam yang sedang rontok bulunya harus diberi makan yang banyak mengandung protein (zat putih telur) dan mudah dicerna. Makanan yang diberikan tidak boleh banyak mengandung lemak karena dapat mengakibatkan ayam menjadi gemuk.

Minuman Ayam Kampung

Ayam kampung terpilih dalam kandang batery dapat diberi air biasa yang bersih atau air yang telah dimasak. Pemberian air minum dapat tidak perlu dijatah, tetapi selalu disediakan sepanjang hari. Pada pagi hari air minum harus diganti dengan air yang baru dan tempat minum dicuci bersih. air minum yang telah bercampur dengan sisa makanan atau kotoran ayam dapat menjadi sumber penyakit. Dalam keadaan tertentu, misalnya perubahan iklim, hujan lebat, banyak angin, vaksinasi, kerontokkan bulu dan sebagainya, ayam kampung perlu diberi air minum yang bercampur dengan vitamin dan antibiotik. Pemberian vitamin dan antibiotik ini tidak boleh dilakukan terus-menerus karena dapat mengakibatkan ayam menjadi imum sehingga kalau sulit diobati.

 Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam

Referensi : Search Google
Ternak Ayam ~ Jenis ayam ini tersebar di hutan belantara Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Semenanjung Malaka. Ayam hutan ini masih senang hidup bergerombol, membentuk kelompok-kelompok kecil. Maka tidaklah mengherankan bila sring terjadi perang untuk memperebutkan lahan pakan antar pejantan kelompok satu melawan pejantan kelompok lain.
Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam

Ciri-Ciri Pejantan Ayam Hutan Merah

  • Paling berat hanya 1,2 kg.
  • Bulu bagian dada dan bagian badan sebelah bawah berwarna hitam.
  • Bulu leher, panjang, kecil, berwarna kuning kemerah-merahan.
  • Bulu sayap dan punggung kecil-kecil, panjang dan berujung runcing, warnanya merah segar.
  • Bulu ekor berjumlah 14 helai berwarna hitam pekat.
  • Ukuran badan termasuk sedang.
  • Bila berdiri tegak membentuk sudut 60 Derajat.
  • Jengger besar bergerigi, berwarna merah darah.
  • Pial dua buah di bawah tulang rahangnya, warnanya merah.
  • Cuping telinga kecil berwarna merah segar.
  • Paruh berukuran kecil, panjang, melengkung ujungnya dan tajam, warnanya putih kekuning-kuningan.
  • Mata bundar, besar dan berwarna merah.
  • Kaki berwarna coklat tua kemerah-merahan dengan sisik-sisik kecil teratur rapat.
  • Jari-jari kecil, panjang dan kuat sekali untuk mencengkeram, warnanya coklat pucat kekuning-kuningan.
  • Kuku kecil, panjang, melengkung dan tajam sekali, warnanya putih.
  • Taji kecil, panjang, lurus dan meruncing ujungnya, berwarna kuning keabu-abuan.
  • Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, sering dijumpai mencari makan di permukiman penduduk di pinggir hutan.
  • Lincah, tangkas dan pembawaannya tenang serta pemberani.
  • Relatif lebih tahan terhadap penyakit dari pada ayam sejenis.

Ciri-Ciri Betina Ayam Hutan Merah

  • Rata-rata beratnya 0,8 kg.
  • Badan kelihatan lebih kecil bila dibanding pejantannya.
  • Berbulu coklat kemerah-merahan, bergaris-garis hitam.
  • Paruh kecil, tajam dan melengkung warnanya kuning pucat.
  • Pial sepasang berukuran kecil, berwarna merah segar.
  • Mata bundar, besar warnanya merah.
  • Kaki bersisik kecil-kecil teratur rapi, berwarna coklat kemerah-merahan.
  • Jari-jari kaki kecil tetapi kokoh sekali warnanya kuning pucat.
  • Kuku-kukunya panjang, runcing dan melengkung, warnanya putih.
  • Bertelur pada sarang yang terdiri dari daun dan ranting kering di dahan pohon yang cukup tinggi, paling banyak 6 butir setiap periode.
Referensi : Search Google
Ternak Ayam ~ Ayam kampung yang akan dijadikan calon penerima donor sperma dari ayam hutan harus diseleksi secara ketat agar ayam bekisar yang dihasilkan bermutu tinggi. Syarat-syarat ayam betina kampung yang baik adalah sebagai berikut.
  • Jengger wilah (bilah) berdiri tegak lurus dan pangkal jengger tebal. Ayam betina kampung yang berjengger wilah akan menghasilkan bekisar berjengger wilah juga sehingga tampan dipandang. Ayam kampung yang berjengger wilah roboh atau tipis akan menghasilkan bekisar yang berjengger roboh juga.
  • Kepala bulat panjang.
  • Matanya bulat agak melotot sedikit, mengkilap, dan tampak selalu basah.
  • Lehernya panjang, kuat, dan ruas tulang lehernya rapat.
  • Temboloknya selalu penuh dan lunak (tidak keras).
  • Dadanya montok ke depan, lebar, dan kuat.
  • Sayapnya kuat, tidak tergantung, dan bulu-bulunya tebal menghimpit badannya.
  • Badannya panjang.
  • Kakinya kokoh, tidak besar dan tidak kecil, dan ukurannya tidak selalu tinggi.
  • Ruas tulang tunggingnya rapat dan besar.
  • Perut (badan bagian belakang) lunak, tidak keras berlemak.
  • Jarak antara tulang dada dan ujung tulang kelangkang antara 3 atau 4 jari orang dewasa. Jarak ujung tulang kelakang satu sama lainnya (supitan) antara 2 atau 3 jari.
  • Warna bulu, menurut selera, asalkan bulunya tebal, bersih, dan mengkilap.
  • Suara kokoknya tebal, bersih, dan panjang. Untuk mendengarkan ayam betina berkokok dengan cara diadu. Sebelum ada yang kalah, masing-masing dimasukkan dalam sangkar berdekatan. Masing-masing akan berkokok saling menantang.
  • Umur antara 8 bulan sampai 30 bulan.
Seandainya ayam betina bukan ayam kampung pilihan, maka bekisar yang akan dihasilkan sebagai berikut.
  • Ayam Kate, yakni ayam bekisar yang mempunyai suara keras tetapi volumenya kecil, ekornya ke atas, jenggernya wilah, badannya kecil. Bekisar jenis ini kurang banyak peminatnya dan harga relatif murah.
  • Ayam Pelung, yakni ayam bekisar yang mempunyai volume suara yang cukup besar dan panjang, akan tetapi nada akhirnya (suara belakang) turun. Bentuk badannya cukup besar dan jenggernya tebal berdiri kokoh, jenis bekisar ini sulit untuk mendapat juara pada lomba atau kontes ayam bekisar.
  • Ayam Bangkok, yakni bekisar yang mempunyai volume suara besar tetap pendek. Bentuk jengger kurang menarik (jengger sumpel). Bekisar jenis ini kurang banyak peminatnya juga.
  • Ayam Petelur Putih, yakni bekisar yang bentuk badannya besar, jenggernya lebar tetapi agak sedikit roboh. Warna bulunya putih (dominan) ada campuran merah atau hitam, tidak bisa putih mulus. Bekisar ini biasanya hanya untuk kelanggenan (koleksi).
  • Ayam Petelur Merah, yakni bekisar yang bentuk badannya besar, jenggernya lebar seperti pada bekisar putih. Perbedaannya hanya pada warna yang dihasilkan, yakni berwarna merah campuran hitam dan hijau. Bekisar jenis ini peminatnya tidak begitu banyak.
  • Ayam Petelur Hitam, yakni bekisar yang bentuk badannya besar, jenggernya lebih sedikit condong. Suara kokoknya seperti bekisar putih. Warnanya bisa merah, campuran hitam dan hijau. Bekisar jenis ini peminatnya tidak begitu banyak juga.
 Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam
Ternak Ayam ~ Tepung ikan merupakan bahan makanan unggas yang umumnya kerap digunakan. Tepung ikan ini digunakan sebagai sumber protein, asam amino yang lengkap dan berimbang, sumber kalsium dan banyak vitamin dan mineral lainnya. Karena kandungan gizinya yang nyaris sempurna. Tepung ikan mempunyai harga absolut yang relatif mahal.

Tepung ikan masih terus digunakan untuk menyeimbangkan kebutuhan asam amino. Walaupun demikian jumlah yang digunakan kurang dari 10 %, dengan alasan khawatir mempengaruhi bau pada daging dan telurnya. Tetapi dari beberapa penelitian yang dilakukan, dengan kandungan tepung ikan antara 18-26 % dari total ransum, ternyata tidak mempengaruhi bau pada daging.


Tepung ikan yang ada di Indonesia umumnya diimpor dari Thailand, Chili dan negara lainnya. Memang aneh kedengarannya, Indonesia sebagai negara bahari ternyata tidak mampi menghasilkan tepung ikan bagi ternak. Kualitas tepung ikan juga berbeda-beda, menurut sumbernya. Tepung ikan lokal kerap kali dicampur dengan urea atau pasir laut. Memang banyak pihak melakukan kecurangan dalam hal ini.

Tepung ikan berasal dari Chili, dalam beberapa kasus dapat menimbulkan Gizzerosin, yaitu ayam mati mendadak karena muntah darah hitam, bila dibuka pada bagian gizzarnya akan terlihat dinding gizzar hancur luluh. Penyakit ini disebabkan tepung ikan yang berasal dari Chili mengandung racun. Mortalitas dapat mencapai 17-19 % dari total ayam yang dipelihara. Tetapi umumnya tepung ikan impor berkualitas lebih baik dari pada tepung ikan lokal.

Hingga kini tepung ikan belum dapat digeser oleh bahan lain, dan di Indonesia masih besar sekali peranannya baik untuk menyusun ransum Ayam Ras maupun Ayam Buras. Beberapa bahan makanan lain yang juga diberikan kepada ayam umumnya hanya sebagai tambahan atau pelengkap.

Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam
Referensi : Search Google
Ternak Ayam ~ Dalam memilih bahan makanan yang akan diberikan kepada Ayam Buras, perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu :

Bahan makanan yang akan digunakan tidak boleh berada pada tingkat persaingan yang tinggi. Bila terpaksa digunakan, misalnya jagung kuning, hanya dalam jumlah terbatas. Bahan makanan sebaiknya merupakan limbah pertanian, seperti dedak, bekatul, bungkil kacang kedelai, bungkil kelapa, dan lain-lain, untuk menghindari tingginya tingkat persaingan dengan bahan makanan yang juga dibutuhkan oleh manusia.


Memanfaatkan bahan makanan sisa-sisa rumah tangga atau dari dapur yang tidak digunakan lagi, tetapi bisa dimakan Ayam Buras. Bahan makanan tidak rusak dan tidak mengandung racun atau tengik. Bungkil kelapa atau bungkil kacang tanah merupakan bahan makanan yang mudah tengik. Tepung ikan asal Chili, yang dalam beberapa kasus, mengandung racun penyebab kasus Black Vomit.

Bahan makanan banyak tersedia, sebaiknya tidak memilih bahan makanan yang tidak terjamin ketersediaannya, kini ada dan besok tidak ada. Ayam membutuhkan ransum dengan bahan makanan yang stabil dan tetap. Bahan makanan yang kini ada dan besok tidak ada sebaiknya jangan digunakan.

Bahan makanan berharga murah, jagung kuning dan tepung ikan yang merupakan bahan makanan utama penyusun ransum dan hingga kini masih digunakan, mempunyai harga relatif lebih mahal dari pada bahan makanan lainnya. Oleh karena itu penggunaannya harus dibatasi dan diimbangi dengan penggunaan bahan makanan lain yang lebih murah, misalnya dedak, bungkil kelapa, bungkil kacang kedelai, tepung daun turi, dan lain-lain.

 Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam
Ternak Ayam ~ Dedak merupakan limbah pengolahan gabah menjadi beras, sebagai negara yang telah berswasembada beras, tentunya dedak cukup banyak di Indonesia. Kecuali apabila panen gagal atau pada musim kemarau panjang, dedak pun berkurang dan harga absolutnya ikut naik. Dedak mempunyai harga absolut yang relatif rendah, tetapi kandungan gizinya mengecewakan. Dedak cukup mengandung energi dan protein, juga kaya akan vitamin. Tetapi kelemahan dedak adalah kandungan serat kasar yang cukup tinggi, kandungan asam amino yang tidak sempurna dan kandungan beberapa vitamin dan mineral yang juga kurang.


Walaupun demikian dedak tetap digunakan sebagai bahan makanan pendamping jagung kuning, karena harga absolutnya yang cukup murah. Dedak umumnya digunakan antara 10 hingga 30 % dari total ransum. Ada penelitian yang dapat mempergunakan dedak hingga 80 % dari total ransum, tetapi dalam kondisi penelitian dengan campuran dan tambahan unsur gizi sintesis untuk menutup kekurangan gizi yang ada di dalam dedak.

Selain untuk campuran ransum, dedak juga diberikan secara terpisah. Ayam kampung yang dipelihara dengan sistem semi intensif misalnya, begitu pintu terbuka biasanya sudah ada dedak yang diberikan. Di desa-desa dengan pemeliharaan diumbar, dedak juga sering diberikan pada pagi hari. Dedak walaupun masih banyak digunakan sebagai pakan ayam, tetapi karena kandungan seratnya yang kasar, bahan ini harus diberikan secara terbatas.

Sebagai negara penghasil dan pengguna beras terbesar, potensi dedak tidak perlu diragukan. Ketersediaan dan harganya pun memenuhi persyaratan sebagai makanan ternak.

 Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam
Ternak Ayam ~ Semua makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan atau dari hasil pertanian tanaman pangan. Pertanian tanaman pangan, karena ada pula pertanian tanaman industri terutama digarap bagi manusia, disamping juga bagi hewan pada umumnya. Beberapa jenis bahan makanan ayam yang penggunaannya bersaing dengan manusia antara lain :

Jagung Kuning

Bahan makanan ternak yang umum digunakan dan digemari ini, ternyata masih digemari juga oleh manusia dan merupakan bahan pangan penting pula untuk konsumsi pedesaan, sehingga pengadaan jagung kuning di Indonesia dipegang dan diatur oleh Bulog. Tinggi tingkat persaingan jagung kuning dengan manusia menyebabkan banyak ahli makanan unggas mencari alternatif lain, walaupun peran jagung kuning sebagai penyedia energi bagi unggas dan di gemari belum dapat diganti sepenuhnya.

Kacang Hijau

Bahan makanan ini sudah jarang diberikan kepada Ayam Ras, tetapi masih diberikan kepada Ayam Hias. Bahan makanan ini disamping agak mahal juga sangat digemari oleh manusia karena merupakan makanan bergizi.

Sorgum Dan Gandum

Kedua bahan makanan ini jarang diberikan kepada Ayam Ras dalam campuran ransum, tetapi banyak diberikan kepada Ayam Hias. Walaupun kedua bahan makanan ini tidak terlalu bersaing dengan kebutuhan manusia di Indonesia, tetapi masih harus diimpor. Apalagi gandum diperlukan pula sebagai bahan baku mie dan roti yang berasal dari tepung terigu.
 Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam
Ternak Ayam ~ Mungkin sebagian orang yang belum pernah melihat bentuk rupa ayam ini akan terasa heran, karena kenapa ada ayam yang tubuhnya hitam semua, bulu, daging, mata, lidah, jengger, kaki dll bisa hitam semua. Bagi kalangan orang mengatakan bahwa ayam Cemani ini bisa berharga selangit karena keunikannya. Ada yang mengatakan bahwa ayam ini adalah mainan para raja-raja pada zaman dahulu. Harga ayam Cemani bisa Rp 25 juta – Rp 40 juta perekor. Dan menurut mitos, ayam ini bisa mendatangkan reziki.

 

Ciri-Ciri Ayam Cemani

  • Bulu ayam cemani keseluruhannya berwarna hitam, yaitu mulai dari bulu pada badannya, bulu pada sayapnya, bulu ekor, bulu leher, dan bulu yang melekat pada ayam cemani tidak ada warna lain selain hitam. Baik itu ayam pejantan maupun betinanya.
  • Kaki dan kuku pada ayam cemani berwarna hitam.
  • Kulit ayam cemani mempunyai warna hitam pekat, baik kulit mukanya, kulit pada leher, kulit ketiak maupun kulit secara keseluruhan berwarna hitam.
  • Dubur pada ayam cemani berwarna hitam legam.
  • Paruh ayam cemani serta jengger mempunyai warna hitam.
  • Tenggorokan/rongga mulut ayam cemani berwarna hitam walaupun lidahnya berwarna abu-abu.
  • Bola mata ayam mempunyai warna hitam

Video Penampakan Ayam Cemani

Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam
Ternak Ayam ~ Pada masa remaja ini sudah mulai terlihat mana jantan dan mana betina. Ayam jantan pada masa ini sudah memperlihatkan kelamin sekundernya, jengger mulai tampak memerah dan ada pula yang sudah mulai tampak pialnya yang merah. Pada saat ini peternak harus sudah mengambil keputusan, apakah ayam jantan hendak dipisah atau terus dicampur. Penetasan telur ayam kampung umumnya dilakukan oleh peternak sendiri secara sederhana, karena hingga kini di Indonesia belum ada penjual bibit ayam kampung unggul. Setelah menetas ayam langsung dimasukkan ke tempat pemeliharaan anak jantan. Setelah menetas dapat dilakukan seleksi kelamin atau sexing. Tetapi karena tujuan pemeliharaan yang berbeda dan tubuh anak kampung yang terlalu kecil, sexing ini jarang sekali dilakukan, hal yang sama juga berlaku pada burung puyuh. Setelah periode awal ini berakhir, kelamin sekunder mulai tampak. Pada saat inilah dilakukan pemilihan kelamin.


Peternak harus tegas dalam menentukan tujuan beternak, apakah hendak diarahkan pada daging atau telur. Umumnya beternak Ayam Kampung bertujuan ganda. Ayam betina dipelihara terus hingga bertelur, telurnya itulah yang kelak merupakan barang komersil untuk dijual. Kelebihan jantan pada masa remaja, dipisahkan dan digemukan untuk dijual. Kelebihan jantan pada masa remaja, dipisahkan dan digemukkan untuk dijual sebagai ayam pedaging. Kelak ayam babon yang sudah tidak bertelur juga dijual sebagai ayam pedaging. Memang ekonomis sekali Ayam Kampung ini. Bila peternak mempunyai tujuan demikian, jantan segera dipisahkan untuk digemukkan, sementara calon babon terus dipelihara hingga memasuki masa bertelur.

Selama masa remaja, ayam divaksin ND satu kali lagi. Kebersihan merupakan keberhasilan penyakit. Demikian pula ransum yang mengandung kandungan nutrisi seimbang dan tepat, merupakan jaminan kesehatan ayam. Bila tujuan sudah jelas, misalnya hendak dijadikan ayam petelur, ayam-ayam betina sudah harus dipindahkan ke tempat ayam-ayam dewasa sejak perpindahan dari kandang pada periode awal, sehingga sejak masa remaja ayam sudah terbiasa hidup di dalam kandang tempat ia harus bertelur. Setelah ayam berada di dalam kandangnya, selama masa remaja ini tidak ada hal-hal khusus yang diperlukan, kecuali pekerjaan rutin seperti memberi makan, minum, dan pengawasan kesehatan.

Pada masa ini pula dilakukan seleksi terhadap ayam-ayam yang baik dan buruk. Walaupun cara membesarkan, pemberian makan maupun pemeliharaannya sama, belum tentu hasilnya sama. Keragaman asal keturunan pasti ada. Dalam kelompok tersebut mulai terlihat ayam-ayam yang bertubuh kecil. Pada ayam ras, ayam-ayam yang demikian ini sudah dapat dilihat sejak awal tetapi pada ayam kampung baru bisa dilihat pada masa remaja. Ayam yang bertubuh kecil, bila dibandingkan dengan kawan-kawannya satu kelompok, dapat segera dikeluarkan. Begitu pula yang cacat, berbulu tidak sempurna, banci dan yang memiliki keanehan lainnya. kelamn sekunder pada ayam betina pada awal masa remaja memang belum terlihat, oleh karena itu seleksi untuk melihat petelur yang baik baru dilakukan menjelang akhir masa remaja atau awal masa bertelur.

 Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam
Ternak Ayam ~ Dalam pemeliharaan skala besar, anak ayam tanpa induk, sehingga peternak harus menyediakan tempat memelihara anak ayam lengkap dengan pemanas. Sebagai pemanas di gunakan lampu pijar 40 watt atau lampu minyak. Fungsi pemanas adalah menggantikan kekapan induk ayam yang memberi kehangatana anak ayam belum memiliki bulu, sehingga untuk menjaga agar suhu tubuh tetap stabil, ia memerlukan bantuan pemanas dari luar. Pemanas ini digunakan selama 5 atau 6 minggu sejak awal, berbeda dengan Ayam Ras yang cukup hingga umur 2 minggu untuk Ayam Broiler dan hingga 4 minggu untuk anak Ayam Ras petelur. Pemanas yang mempergunakan lampu pijar juga berfungsi sebagai penerang pada malam hari untuk makan dan minum. Hal ini akan mempercepat proses pertumbuhannya.

Sumber Pemanas

Sumber panas didapat dari lampu pijar dengan kekuatan 40 watt untuk 20-30 anak ayam kampung. Semakin luas dan semakin banyak anak ayam, semakin besar pula lampu pijar yang dibutuhkan 60 watt, 75 watt, dan seterusnya. Selain itu dapat pula digunakan api dari gas atau dari lampu minyak. Kedua sumber ini memang berbahaya bila peternak lalai, terutama lampu minyak, karena bahaya kebakaran dapat saja terjadi sewaktu-waktu bila tersenggol ayam. Sumber pemanas ketiga adalah lampu infra merah atau dari air panas.

Pembatas

Agar anak ayam tidak pergi jauh dari indukan, perlu pula dibuatkan pembatas di sekitar indukan. Pembatas ini dapat dibuat dari seng dengan tinggi 40 cm, atau dari kawat kasa yang disambung melingkar. Pembatas dibutuhkan selama indukan dipasang. Umumnya pada umur 3-4 minggu sudah dapat dikeluarkan, karena anak Ayam Kampung sudah mengetahui dimana ada sumber panas. Pada ayam Ras seng pembatas dikeluarkan sesudah anak ayam ras berumur 2 minggu.

Tempat Makan Dan Minum

Untuk keperluan ini, semua tempat makan dan tempat minum diletakkan di sekitar indukan, agar anak ayam dapat dengan mudah makan dan minum tanpa perlu jauh-jauh meninggalkan sumber panas. Anak ayam dapat bertahan tidak makan selama dua hari sejak ia ditetaskan, karena di dalam perutnya masih ada sisa kuning telur. Beberapa waktu setelah ayam masuk ke dalam indukan, ia belum membutuhkan makan, tetapi membutuhkan minum. Untuk itu anak ayam perlu dibimbing ke tempat minum, agar ia terbiasa dan mengetahui dimana tempat minumnya.

Selama seminggu pertama diperlukan pengawasan sesering mungkin, terutama untuk melihat pemanas, tempat minum dan keadaan ayam. Pada minggu pertama itu biasanya ada anak ayam yang tidak bisa kembali ke tempat pemanas, setelah ia minum atau makan, karena belum terbiasa pada keadaan sekelilingnya. Bila pada siang hari keadaan sekeliling panas, pemanas dapat dimatikan, lebih-lebih sesudah ayam berumur dua minggu. Tetapi pada musim penghujan, pemanas perlu dihidupkan terus-menerus hingga jangka waktunya usai. Untuk mengetahui cukup atau tidaknya pemanas pada indukan digunakan cara sederhana dengan melihat sebaran ayam. Bila anak ayam menjauhi pemanas, itu pertanda bahwa pemanas terlalu panas. Bila ini yang terjadi, kurangi api pemanas atau turunkan kekuatan lampu pijar tersebut. Sebaliknya, bila anak ayam berkerumunan di bawah pemanas, ini pertanda bahwa pemanas kurang hangat. Untuk mengatasi hal ini tambah kekuatan pemanas. Pemanas yang ideal adalah bila anak ayam itu penyebar rata di sekitar indukan.

Pada minggu kedua, anak ayam sudah harus divaksinasi untuk mencegah kemungkinan terkena N.D. Vaksinasi menggunakan vaksin N.D strain La Sota dengan cara tetes mata, yang banyak dijual di toko-toko unggas. Walaupun yang kita pelihara Ayam Kampung, vaksinasi N.D tidak boleh terlewat, sebab penyakit N.D yang berawal dari virus itu tidak ada obatnya. Bila terserang, kematian sudah dapat dipastikan, tidak terkecuali Ayam Kampung.

Di samping hal-hal utama tersebut, kebersihan sekitar perlu diperhatikan. Termasuk kebersihan alat-alat dan ventilasi yang baik. Saat ini di Indonesia belum banyak peternak Ayam Kampung yang memelihara anak ayam hingga ribuan atau puluhan ribu ekor sekaligus. Oleh karena itu teknik pemeliharaan dalam skala lebih kecil perlu diterapkan.

 Baca selengkapnya tentang Gambar Kandang Ayam atau ada yang ingin membuat Kandang Ayam